Di awal perekrutan dalam suatu perusahaan membuat banyak perusahaan yang menghadapi t antangan dalam pemenuhan hak perempuan dan anak atas pengasuhan dan tumbuh kembang yang baik.  

Di Indonesia terdapat banyak perusahaaan dengan jumlah karyawan lebih banyak kaum wanita,  berdasar survey ini lah Danone Grup Indonesia  berkomitmen  untuk menciptakan lingkungan dan suasana kerja yang ramah keluarga. 


Hari ini Selasa 29 agustus 2017 bertempat  di Hotel  Double Tree, saya menghadiri acara diskusi bersama pakar dengan topik “TUMBUH KEMBANG ANAK DAN KEBIJAKAN PERUSAHAAN”.  Para pakar diantaranya 

– Lenny N.  Rosalin  , Deputi Bidang Tumbuh kembang Anak Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI

– Dr. dr. Rini sekartini SpA(K) , Dokter Spesialis Anak & Konsultan Tumbuh Kembang

– Luhur Budijarso,  Ketua Umum Asosiasi Perusahaan  Sahabat Anak (APSAI) 

– Evan Indrawijaya,  Direktur HR Danone ELN Indonesia 


Selain berkomitmen untuk menciptakan lingkungan dan suasana kerja  yang ramah keluarga,  Danone juga berkomitmen untuk mendukung upaya pemenuhan hak perempuan dan anak atas pengasuhan dan tumbuh kembang yang baik. Hal ini d wujudkan dalam  sebuah  kebijakan  yaitu Parental policy,  dimana kebijakan ini sejalan dengan visi  Danone… Ungkap Evan Indrawijaya  Direktur HR Danone ELN Indonesia. 


Danone adalah salah satu perusahaan  makanan  dan minuman terbesar di dunia yang memiliki misi memberikan  kesehatan  kepada sebanyak  mungkin orang dan beroperasi di 160 negara dengan jumlah karyawan lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia. 

Kebijakan  perusahaan yang ramah keluarga  (family friendly)  di wujudkan tidak hanya dengan pemberian fasilitas kesehatan yang lengkap bagi seluruh karyawan beserta keluarga,  namun juga dengan pemberian cuti hamil dan melahirkan selama 6 (enam)  bulan bagi karyawan perempuan.  Serta cuti 10 hari bagi karyawan laki-laki yang istrinya melahirkan. 

Selain cuti hamil dan melahirkan,  inisiatif lain untuk mendukung 1000 HPK yang optimal  Danone  Indonesia  juga menyediakan ruang laktasi di setiap kantor dan pabrik yang di miliki  danone. 


Sejak reformasi di Indonesia  perkembangan  penegakan dan pemenuhan hak asasi manusia mengalami  perkembangan yang sangat pesat. Memberikan masa cuti hamil yang cukup bagi perempuan bekerja berarti turut mendukung up aya –  upaya pemenuhan hak anak atas tumbuh kembang,  terutama  hak mendapatkan ASI  tambah  Lenny Rosalin. 


Ketua Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak  (APSAI), Luhur Budijarso mengatakan  bahwa anak merupakan stakeholder atau pemangku kepentingan  yang sangat penting bagi dunia usaha. Untuk itu salah satu komitmen APSAI adalah membantu pemerintah  mewujudkan perlindungan  atas hak anak. 

Disinilah kebijakan  pemberian  cuti hamil dan melahirkan  yang di miliki oleh grup Danone di Indonesia merupakan contoh perusahaan ramah anak dan mendukung tumbuh kembang anak dari sisi kebijakan manajemen. 


Cuti hamil dan melahirkan termasuk dalam deklarasi Universal Hak Asasi Manusia di PBB,  menyatakan bahwa perwujudan HAM adalah bentuk penghormatan (to respect) . Hal ini tercakup dalam Undang – Undang Nomor  39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia,  hak perempuan dan anak telah di tetapkan sebagai bagian yang merupakan hak – hak dasar atau hak-hak pokok yang di bawa manusia sejak lahir sebagai anugerah Tuhan YME. 


Advertisements